Batu

Aku adalah batu, permukaanku terlihat keras dan hitam

Tatapanku tajam, senyumku kadang sering dipaksakan.

Bagi sebagian orang, mungkin aku jarang terlihat dipermukaan.

Aku sering berada dibawah Dan menyaksikan semua yang sedang berjalan.

Aku batu,..

Diinjak tak beranjak

Dilempar tak gemetar

Diusik tak berisik

Aku batu..

Yang belum memungutku tentulah tak mengerti kebiasaanku.

Tapi…

Kerasnya sinar mentari berhasil kujadikan energi,

Dinginnya tanah tlah menyulamku begitu indah.

Aku batu…

Tak perlu atap untuk payungku

Tak perlu alas agar nyenyak malamku

Aku batu

Maka, anggaplah aku sebagai batu.

Karna aku, sudah menganggapmu sebagai debu.

Kuhembus… Kau pun berlalu.

Jangan tanya kenapa begitu?

Hei… Ini penemuan panjang hasil penelitian.

Bentar lagi akan kuseminarkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s